www.domainesia.com

31 Mei 2024

PUISI MALAM(Puisi/Sajak ke 1167)


Duduk bersamamu di beranda rumah ...
menikmati sisa hari,
dalam kekinian ...
dan berbagai citarasa keindahan

Inilah kami ...
sedang beristirahat sesaat setelah perjalanan sesiangan
inilah kami ...
sedang melepaskan penat dan tetap dalam kebersamaan

Duduk bersamamu di beranda rumah ...
menikmati secangkir kopi panas,
dan pisang goreng ternikmat di jagad raya ...
sementara sang buah hati telah lelap tertidur di kamarnya

Inilah kami ...
yang telah mampu menjaga cinta dan kasih ini
inilah kami ...
dua sejoli berselimutkan kesetiaan yang berkesinambungan

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 18 MEI 2024(22.15 WIB)

CATATAN
Perjalanan panjanglah yang akan membuktikan segalanya.(Wisnu Murti)

30 Mei 2024

BERSINARLAH(Puisi/Sajak ke 1166)


Saat datang ketika pagi tersenyum menyambut,
dia ... bahagia,
dengan raut muka yang menawan,
dan tingkah yang lincah

Akupun memandangnya dengan kebahagiaan ...
yaa ... tentu saja aku insyafi!
manakala perwujudan datang,
cocok dan lebih dari pengharapan

Dia membawa gelombang-gelombang cinta,
memancarkan kelembutan,
menciptakan suasana terang,
dan mendamaikan

Saat datang ketika pagi tersenyum menyambut,
dia lantunkan keteraturan dan kesinambungan,
yang berkelindan dari waktu ke masa ...
bukti tercipta dari perjalanan dan harga dirinya

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 18 MEI 2024(15.30 WIB)

CATATAN
Cinta itu selalu bersifat abadi/jangka panjang, jika singkat itu hanya permainan perasaan.

29 Mei 2024

DURI DALAM DERITA(Puisi/Sajak ke 1165)


Lemas,terkapar,dan tak berdaya ...
itu dia ... yaa ...
sedia-dianya pada keadaan terkini,
saat kaki-kaki tertusuk duri dalam perjalanan panjangnya

Perih terasakan olehnya ...
biar saja ...
biar dia merasakan sisi terindah dalam hidup,
biar dia menggenggam pengalaman untuk perjalanan ternanti

Dia akan tahu,
dia akan memahami ...
dan luka kakinya akan segera sembuh ...
oleh karena kesadaran,
pula kegigihan mengarungi perjalan itu

Semoga saja ...
dia bisa membayangkan saat telah sampai pada tujuan
kemudian memandangi masa lalunya ...
niscaya senyuman dengan banyak arti akan mengembang di raut mukanya

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 18 MEI 2024(10.00 WIB)

CATATAN
Fokus pada tujuan yang telah dicanangkan, untuk selanjutnya meremajakan kesetiaan dan komitmen sebagai kendaraan untuk menjalani bagian-bagian dari tujuan itu.

PUISI BIRU  

28 Mei 2024

SERPIHAN MASA LALU(Puisi/Sajak ke 1164)


Lingkarannya telah berlubang,
dan semakin membesar pula ...
tak ada lagi kata yang terjamah perasaan
tak ada lagi cerita berbalurkan perhatian

Jemari lirih memainkan dawai-dawai gitar,
sembari menghapus kenangan masa lalu,
lenting bening mengisi ruang hampaku ...
dan gejolak dada tlah bisa kuatur rapi

Tlah dicukupkan ...
bagi hati yg berperan di dunia mati,
oleh ranum biru di langit-langit keindahan ...
semoga sampai pada semenanjung pengharapan

Lingkarannya masih berlubang,
tapi bukan yang berangkat dari masa lalu ...
bukan pula membesar ...
tapi kan mencukupi dan mengisi keutuhan cerita indah ini

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 17 MEI 2024(21.00 WIB)

CATATAN
Selalulah untuk mendengarkan kata hati yang terdalam.

27 Mei 2024

KU TAK INGIN MENDENGARNYA(Puisi/Sajak ke 1163)


Hatiku sedang merasa lebih baik,
dari waktu-waktu sebelumnya,
dari cerita yang tlah terlukis,
dari wajah-wajah orang-orang yang telah pergi

Dan kini ...
aku telah menemukan jawaban,
bagi masa-masa yang kan kulewati
bagi bahagiaku dan orang-orang yg telah setia bersamaku

Aku hanya ingin ...
memperhatikan apa yg kurasakan,
aku hanya ingin ...
mendengarkan ucapan dan kata-kata,
dari orang-orang tercinta dan yg kupercaya

Ya ... hanya itu saja,
aku tak ingin merusak suasana indahku saat ini,
aku tak ingin kisah masa lalu meracuniku,
aku tak ingin apa-apa ...
kecuali bahagia,
dan senyuman dari mereka yang telah setia bersamaku

Ku tak ingin lagi mendengar ...
kata-kata sumbang tentangku,
kata-kata yang melemahkan semangatku,
dan kata-kata...
dari mereka yg tak mempunyai kontribusi atas hidupku
itu semua ... sampah!

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 17 MEI 2024(06.00 WIB)

CATATAN
Yang perlu kita perhatikan dalam hidup adalah suara lirih yang muncul dari perasaan terdalam,kebahagiaan kita dan orang-orang terkasih.

26 Mei 2024

KACUNG-KACUNG PERADABAN(Puisi/Sajak ke 1162)


Mereka sedang bergembira ...
dengan segala pencapaiannya,
dengan apa-apa yang telah mereka dapatkan,
dan merasa ada di atas angin

Mereka tak tahu ...
bahwa kebebasannya sedang di kebiri,
bahwa segala tindakannya terus diawasi,
dan tak punya privasi lagi

Mereka sedang bahagia ...
dan merasa menjadi generasi terbaik yg pernah ada,
padahal yang mereka dapatkan,
tak mereka buat sendiri

Mereka tak tahu ...
bahwa mereka sedang menjual kekayaan
telah menukar ruang-ruang privasinya ...
dengan harga sebungkus rokok dan secangkir kopi

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 16 MEI 2024(19.30 WIB)

CATATAN
Tidak semua hal harus di beritakan ke publik, ada hal atau berita yang memang layak tuk diberitakan, tapi ada pula hal/privasi yang hanya boleh diketahui/dimiliki oleh diri sendiri dan orang-orang terdekat(terpercaya).

PUISI ISTRIKU  

25 Mei 2024

DI TAMAN BUNGAKU(Puisi/Sajak ke 1161)


Yang telah kucanangkan dahulu bersamamu,
kini tlah terwujud,
bergulir ...
mengisi indah perjalanan kita berdua

Tak ada yang bisa kupingkiri dari keindahan ini,
begitu syahdu,
menyenangkan,
membahagiakan ...
sebab kesemuanya makin merekatkan cinta kita

Ku selalu cermat memandangimu ...
saat kau melantunkan nyanyian cinta di taman bunga kita
saat kau tanam pohon ...
yang nantinya kan bermekaran bunga-bunga indah darinya

Yang telah kucanangkan dahulu bersamamu ada yg belum terwujud ...
itu yang membuat kami makin bersatu ...
untuk sebuah dan beberapa tujuan bersama,
bagi indahnya lingkungan cinta di masa-masa yang akan datang

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 15 MEI 2024(16.45 WIB)

CATATAN
Cinta itu tidak berada dalam kata-kata, tapi dalam perjalanan panjang yang penuh liku-liku.(Wisnu Murti)

PUISI PAKEM  

24 Mei 2024

TIADA PAGI TANPA CINTA(Puisi/Sajak ke 1160)


Ketika mata terbuka di fajar tiba,
yang ada hanyalah senyumanmu duhai kekasihku,
tanpa kata akupun tahu ...
bahwa kau telah bahagia

Kau rapatkan tubuhmu ke dalam pelukanku,
tuh merasai detak jantungku ...
serta semua keinginan indahku untukmu ...
menyuguhkan cinta ... dari masa ke masa yg kita lewati

Tiba waktu tuk menikmati kopi pagi darimu,
yang disertai olahan pisang goreng yg bertaburkan kasih sayang
dengan serta merta ...
tertambahlah perbendaharaan keindahan dari rajutan lakumu untukku

Pun sampai pagi ini tiba ...
yang kuhirup adalah wangi-wangi bunga-bunga di taman,
yang kau tanam ...
dalam keikhlasan dan kesetiaan yang paripurna

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 16 MEI 2024(06.45 WIB)

CATATAN
Kesetiaan lebih dari segalanya, ia lebih cantik daripada 1000 kecantikan wanita yang berparas cantik.(Wisnu Murti)

23 Mei 2024

EMANG ASUUU KOWE!(Puisi/Sajak ke 1159)


Ketika musim penghujan tiba,
banjir terjadi dimana-mana ...
dan kau para pemilik ijin penebangan,
hanya bisa bilang ...
"itu adalah hal wajar dimana bumi kita sudah tua"

Ndasmu apek tau gak?!
licik!
mau menang sendiri ...
dan hanya berlindung dengan kata-katamu itu

Direlung hatimu yang terdalam engkau pasti paham,
bahwa dirimulah salah satu penyebab banjir itu ...
hanya saja ... kau adalah seorang penakut yang nafsunya besar
tak berani mempertanggungjawabkan perilakumu atas alam ini

Andai saja aku seorang anggota dewan ataupun presiden ...
pasti kan kubuat undang-undang ...
tuk menghabisi orang-orang sepertimu
sebab kehadiranmu di muka bumi ini,
tlah menimbulkan kerusakan yg masif dimana-mana

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 15 MEI 2024(09.00 WIB)

CATATAN
Bumi diciptakan oleh Tuhan tugasnya adalah untuk merefleksikan dan mengembalikan kepada manusia dari apa-apa yang telah manusia lakukan kepadanya.(Wisnu Murti)

PUISI DALAM HATI  

22 Mei 2024

X+Y= KEHIDUPAN(Puisi/Sajak ke 1158)


Dimana x adalah cinta,
dan y adalah kesetiaan ...
maka ... 
nafas-nafas akan menghirup udara segar dari surga

Dimana x adalah cita-cita ataupun arah,
dan y adalah konsistensi dari langkah demi langkah ...
maka ...
perwujudan dan aktualisasi dari diri pribadi

Dimana x adalah ilmu,
dan y adalah pengalaman ...
maka ...
kehadiran jatidirilah yang kentara terlihat

Dimana dan dikala  ...
cinta, cita dan ilmu menjadi satu
yang dirangkai oleh kesetiaan dan pengalaman ...
maka itulah kehidupan yang membuat sanubari menjadi berbunga-bunga

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 14 MEI 2024(16.30 WIB)

Mengetahui dan setia pada diri sendiri adalah sebuah kekuatan dan keindahan dalam hidup.(Wisnu Murti)

21 Mei 2024

GAK PA-PA(Puisi/Sajak ke 1157)


Menjadi manusia emang harus diginiin ...
harus "diinjak kepalanya" ...
agar tak sombong,
dan menjadi rendah hati

Jika semuanya datang harus seperti yang kau inginkan ...
kau akan cenderung congkak,
tinggi,
dan keras hati

Lihatlah sekelilingmu dan dirimu sendiri,
sadar tak?!
kau terlalu banyak membuang waktumu,
tuk SELALU menuruti keinginan-keinginan tak bergunamu itu!

Menjadi manusia emang harus digituin ...
harus "diletakkan pada masalah yang super berat"
agar punya bekal dan pengalaman ...
untuk hidup yang akan dilalui setelahnya

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 14 MEI 2024(09.00 WIB)

CATATAN
Terkadang "kekerasan" adalah wujud dari cinta dan kasih sayang atas seseorang bagi kehidupan yang akan datang.(Wisnu Murti)

20 Mei 2024

MENANTI SENJA DATANG(Puisi/Sajak ke 1156)


Kurang raga kadang datang di sebagian perjalanan,
menjadi someone yg keluar dari kekinian ...
tak enak,
dan tak nikmat

Pulanglah langkah untuk beristirahat,
memejamkan mata ...
memperpanjang nafas,
dan memutihkan kesadaran

Tenang saja ...
semuanya tak akan terbengkalai,
sebab cinta tlah menghamparkan keteraturan
dan disiplin tlah menelurkan back up jangka panjang

Menanti senja datang  ... di sini,
bahkan mendatanginya dengan langkah kaki,
dengan menggoreskan tinta-tinta kemajuan bagi peradaban
dengan merangkum kekinian dalam karya ...

Semuanya ...
untuk kemudahan semesta,
untuk kelangsungan dan kelestarian,
dan untuk warisan masa depan

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 13 MEI 2024(16.30 WIB)

CATATAN
Apa yang bisa dilakukan saat ini ... lakukanlah! jangan malas, jangan menunda, dan jangan berbelok arah! hal apa yang telah kau lakukan dan telah kau hasil sebagai karya nyatamu?!

19 Mei 2024

MENJAWAB PERTANYAANMU(Puisi/Sajak ke 1155)


Kulakukan dengan melakukan sesuatu hal yang tak pernah kau pikirkan,
karena kutahu muatan dan dimensi pikiranmu ...
sehingga aku melawannya,
secara sopan dan senyap

Kulakukan dengan melakukan sesuatu hal yang tak pernah kau bayangkan,
agar kau merasa benar ...
dan tentram di dalamnya
sehingga kau tak bisa menggapai kebenaranku

Menjawab pertanyaanmu ... adalah mempersilahkanmu ...
tuk berpikir tentangku
tuk menyangkaiku,
menurut kehendakmu yang kau ambil dari masa lalu

Menjawab pertanyaanmu ... 
adalah melakukan apa yang tersembunyi darimu 
sesuatu yang tersimpan rapi sejak awal buka ...
sehingga pikiranmu tentangku ...
adalah sebuah remah-remah tiada guna bagi perjalanan indahku

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 12 MEI 2024(13.30 WIB)

CATATAN
Biarkan mereka bicara semuanya dan semaunya tentangmu, mereka tidak tahu apa  yang sedang kau kerjakan.(Anonim)

18 Mei 2024

DI PURNAMA KE SEMBILAN INI(Puisi/Sajak ke 1154)


Cerita yang telah kami sajikan bersama ...
adalah sebuah ketahanan,
adalah sebuah cinta ...
yang banyak orang idam-idamkan

Bukan tanpa dosa,
bukan pula tanpa cela ...
hanya saja ada ikatan yang teramat kuat
yang terlahir dari karya harmoni-harmoni luhur terindah

Kami menetap dalam alunan dinamis,
menyirami
memupuk,
dan menumbuhkan kelopak-kelopak kesadaran terkini

Kami berada pada langit-langit cinta nan biru
terbit dan terang,
membuka hati dan tentram,
di taman melati yg harumnya menaungi hati kemilau

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 12 MEI 2024(05.00 WIB)

CATATAN
Saling mengerti, saling memahami, dan saling mengalah adalah bagian dari kelanggengan kehidupan rumah tangga.

17 Mei 2024

SAAT FAJAR TIBA(Puisi/Sajak ke 1153)


Meneteskah air matamu saat kau lantunkan kalimah-kalimah suci itu?
ketika tatapan mata mempersembahkan kesadaran,
ketika perasaan menyuguhkan perhatian yang utuh,
dan keinginanmu adalah penghambaan yg menghadirkan ketaqwaan

Adakah keinginanmu,
yang berada dalam bagian dari keinginan-Nya?
adakah perjalananmu,
yang menetap di jalan-Nya?

Saat fajarmu datang ...
itulah keajaiban yang datang dari Tuhamu
saat fajarmu tiba ...
itulah mukjizat yang harus kau jalani

Maka ... bersyukurlah kepada-Nya di atas fajarmu,
bukankah itu kasih sayang Ilahi yang tak berbilang?
bukankah itu keinginan Tuhan ...
agar kau kelak bahagia di suatu masa yang tak berbatas waktu?

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 11 MEI 2024(05.25 WIB)

CATATAN
Dahulu kala, saya pernah ditegur oleh orang yang bagi saya seperti seorang guru(Haji Rofingun),beliau bilang waktu itu kepada saya - "boleh dan silahkan kamu bohongi dan menghianatiku di belakangku, aku tak akan pernah marah dan akan selalu mendoakanmu dalam kebaikanku - satu pesanku, jangan pernah kamu bohongi dan khianati Tuhanmu dan dirimu sendiri."

16 Mei 2024

ADA(Puisi/Sajak ke 1152)


Adakah keraguan?
yaaa ... ada!
namun aku mampu tuk membunuhnya
adakah kemalasan?
pasti!
tapi kupastikan aku berjaya tuk menumpasnya

Sekeping cinta di sore tiba,
menanti kata yang teramat Agung ...
aku!
masih dan hanya bisa tuk terus berjalan dan berdoa

Adakah kekecewaan?
... tidak!
adakah sakit hatimu?
... telah kugantikan dengan penerimaan yang menyeluruh!
adakah dendam dan keputusasaan?
... tidak! ... karena hatiku sedang lega dan bahagia

Sekeping cinta di pagi tiba,
ada senyuman,
ada mata yang berbinar,
dan ada hati yang terbuka untuk berbagai warna dunia

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 11 MEI 2024(00.30 WIB)

CATATAN
Aku tak akan datang ataupun mendatangi masa lalu, karena memang tak akan bisa ... dan begitulah adil dan indahnya masa yang akan datang.(Wisnu Murti)

PUISI MENGALIR  

15 Mei 2024

CUKUR KUMIS(Puisi/Sajak ke 1151)


Ya ... jika tak malas,
hajat tersebut kutunaikan di setiap Rabu dan Jum'at pagi,
membersihkan kumis,
serta merapikan jenggot yang menjuntai

Knapa harus Rabu?!
yaa ... karena Rabu adalah hari keramat bagiku
Mengapa pula harus pada hari Jum'at?! ...
sebab ... Jum'at adalah hari raya mingguan kita

Knapa seminggu mesti 2 kali?! ...
itu idealnya bagiku,
tak mengapa pula jika seminggu sekali,
hanya saja ... jika seminggu kumisku sudah terlalu panjang
aku tak nyaman ... pula kurang demen berkumis

Dalam benakku ...
aku bukanlah pria tampan mempesona
oleh karenanya ...
ada hal yang harus rajin kulakukan ...
tuk menambah rasa percaya diriku setiap saat

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 10 MEI 2024(09.00 WIB)

CATATAN
Apapun itu, baik tubuh, rumah, dan lingkungan sekitar harus kita bersihkan dan rapikan secara berkala, teratur dan berkesinambungan agar tercipta perasaan yang nyaman dan damai dalam hati.

14 Mei 2024

RASA YANG PERNAH ADA(Puisi/Sajak ke 1150)


Rasa yang pernah ada ...
biarlah berlalu ... tak usah banyak dipikirkan
dan tak perlu dirisaukan ...
mending kau perhatikan apa yang kau rasakan saat ini

Apa yang kau bawa dari masa lalu?
bergunakah?
atau hanya menjadi beban perjalananmu ke masa depan?
telitilah! ... dan jadikan langkahmu ringan pun membahagiakan

Rasa yang pernah ada ...
jikalau menyakitkan ... buang dan lenyapkan saja dari dirimu
jikalau indah dan membahagiakan ...
buatlah yang lebih indah syahdu dari itu saat ini dan kelak

Rasa yang pernah ada ...
menambah perbendaharaan cara ...
tuk menyiasati hidup,
dan mengubah caramu memandang suatu hal

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 10 MEI 2024(05.00 WIB)

CATATAN
Semua adalah tentang bagaimana cara anda berpikir dan memberikan respon atas suatu hal yang menjadi pengalaman hidup.

13 Mei 2024

JALAN-JALAN KE SITUWANGI(Puisi/Sajak ke 1149)


Alhamdulillah ...
ini adalah pagi yang sungguh berseri di hati kami, 
menapakkan kaki kembali di desa leluhur ...
dengan berjuta keramahan dan kenangan-kenangan indah

Putaran waktu ...
mengharuskan kami kembali ke sini,
tuk menghangatkan kekeluargaan
tuk berbagi cerita-cerita yang belum tersampaikan

Alhamdulillah ...
kami diterima dengan berjuta penerimaan
dengan ikatan yang tak pernah terputus ...
dan kami bahagia dengan senyuman-senyuman yang tulus

Alhamdulillah ...
kami sangat menikmati waktu-waktu kebersamaan,
syahdu sampai ke relung hati yang terdalam ...
dan semoga ini menjadi abadi dalam perjalanan hidup kami

KARYA : WISNU MURTI
BANJARNEGARA, 9 MARET 2024(09.00 WIB)

CATATAN
Diri kita selalu mengerti apa-apa yang membuat hati bersemangat, hati menjadi bahagia,nyaman, dan syahdu ... maka usahakan dan wujudkan semua itu.

12 Mei 2024

BERANGKAT KERJA(Puisi/Sajak ke 1148)


Pagi ini mereka telah meninggalkan rumah ...
tuk meraih kenyataan dari mimpinya,
tuk memupus lapar dan dahaga ...
menumbuhkan kedamaian dan kesejahteraan

Ketika semua ini terjadi ...
dunia nampak begitu dinamis ...
ada yang saling melengkapi,
ada pula yang saling bertukar sumber daya

Pagipun tak akan berdiam diri ...
ia akan pergi dan digantikan oleh siang hari ...
saat terik mentari penuh mengirimkan panas,
energi dan cintanya

Ya ... cinta,
mereka meninggalkan rumah sesaat karena cinta
agar sendi-sendi di lingkungan kehidupannya tertopang,
memastikan kecukupan bagi orang-orang terkasih

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 9 MARET 2024(07.00 WIB)

CATATAN
Hal yang paling merugikan yang bisa manusia lakukan adalah membuang-buang waktu.

11 Mei 2024

JANGAN KAU TINGGALKAN AKU LAGI(Puisi/Sajak ke 1147)


Ketika malam yang syahdu datang berbinar ...
ketika semua telah pergi ke peraduannya,
sementara kita masih terjaga di kesinambungan kasih,
kau mengatakan kepadaku ...

"Sayang ... jangan pernah kau tinggalkan aku lagi"
Katamu itu ...
adalah tamparan keras terindah yang pernah kuterima
mencabik-cabik keakuan ...
dan dosa lalu yg tlah kulakukan padamu

Kaupun menegaskan ...
"Ya sayang ... janji untuk tak akan pernah tinggalkanku lagi?!"
dengan raut beribu pengharapan
dengan permintaan yang kubaca sebagai ketulusan terdalam

Ketika malam semakin berbilang kesunyian ...
akupun mengatakan jawaban yang kau inginkan ...
bahwa atas nama Tuhan aku takkan pernah meninggalkanmu lagi,
menjagaimu dan selalu menggandeng tanganmu di sepanjang perjalanan nanti ...
... sampai habis waktuku di duni ini

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 8 MARET 2024(05.00 WIB)

CATATAN
Janji adalah hutang, jika sekiranya dikemudian hari tidak bisa membayarnya - tidak usah berjanji.

10 Mei 2024

PAGI HARI KETIKA MATAHARI TLAH CONDONG KE UTARA(1146)


Semilir angin pagi yang lembut dan pelan,
membawa kesejukan berjuta rasa ...
memangku kedamaian ...
menumbuhkan berbagai benih-benih kenangan indah

Ada saja rasa syahdu di masa ini,
ketika tiupan sang bayu menggerakkan pepohonan
ketika langit biru tanpa awan meluaskan pandangan ...
akupun masuk ke dalam alunannya

Seperti biasa saat musim ini tiba,
aku menemukan aku dalam kelimpahan tak terganti,
aku menetapkan kesyukuran tanpa jeda, dan ...
aku menikmati sebuah kehadiran yang begitu semesta

Semilir angin pagi hari yang lembut dan pelan,
tiada lara yang kurasakan ...
hanya keindahan yang mengundang keindahan lainnya
aku ...
hanya akan bercerita di dalam hatiku tentang kesyahduan ini

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 7 MEI 2024(05.00 WIB)

CATATAN
Merasakan lebih dalam tentang keindahan alam ketika cerah suatu masa di pagi hari mampu mencapai relung-relung hati terdalam.

PUISI JANJI HATI 

09 Mei 2024

GARUK-GARUK PANTAT(Puisi/Sajak ke 1145)


Aku sedang memandangi Mbah Wignyo dari dekat sekali ...
aku mengamatinya, namun beliau tidak memperhatikanku,
beliau sedang begitu asyiknya menghayati adegan itu ...
kukur-kukur ... merem melek ... 
dan sesekali mengeluarkan kata-kata yang tiada artinya 'eeessshh'

Aku berprasangka sembari bertanya-tanya dalam hati ...
akankah Mbah Wignyo jarang mandi?
akahkah Mbah Wignyo jarang ganti pakaian dalam?
ataukah kulitnya begitu sensitif bersentuhan dengan keringat?

Mbah Wignyo belum menyadari kedatanganku ...
masih saja terbuai oleh pekerjaan itu,
dan pradugaku makin kemana-mana
sedangkan semilir angin yang berhembus menambah syahdu suasana berbeda ini

Tak lama kemudian ...
aku membalikkan tubuhku,
meninggalkan Mbah Wignyo yang sedang menggelinjang keenakan ...
aku berpikir, tak sopan aku menyela dan mengganggunya ...
biarkan saja beliau menikmati itu dalam kurun waktu tertentu

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 5 MEI 2024(19.45 WIB)

CATATAN
Belajarlah dan kendalikan diri untuk tidak melakukan hal yang tidak penting bagi masa depan.(Wisnu Murti)

PUISI DUHAI JELITA   

08 Mei 2024

KETIKA MEMANDANGMU TERSENYUM(Puisi/Sajak ke 1144)


Hai ... cintaku ...
janganlah kau begitu ...
janganlah kau membuat sakit jiwaku,
bahkan aku merindukanmu saat sekejap ku tak memandangmu

Cantik ...
saat ini kau tengah menyempurnakan hidupku,
melukis kanvas hidupku ...
dan kuterkesima dengan laku indahmu

Dahulu aku telah begitu kejam padamu,
dan kau sungguh tersakiti,
namun ... ketika kukembali padamu ...
engkau terkejut sesaat ... lalu menangis,
dan kemudian kau tetap memberikan senyuman indahmu

Hai ... belahan jiwaku ...
aku tengah memandangi roman surgamu,
mempelajarinya ...
agar aku semakin kuat memegang kesetiaan ini

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 5 MEI 2024(19.15 WIB)

CATATAN
Lihatlah istrimu ketika ia sedang tertidur pulas.

07 Mei 2024

LIRIH KAU MEMBISIK PADAKU(Puisi/Sajak ke 1143)


Aku akui ... 
akulah yang bersalah,
akulah yang menghianati perjanjian itu ...
dan pulang kepadamu adalah jalan terindah hidupku,

Beberapa saat ...
aku mati oleh kata-kataku sendiri,
yang kuucapkan kepadamu beberapa tahun yang lalu ...
saat kita ada di waktu yang terdahulu

Ketika kuketuk pintu rumah,
kau pun yang membukakan pintu itu untukku
... dan maafkan aku yang telah mengagetkan
dan membuatmu menangis sejadi-jadinya

Aku akui ...
akulah yang bersalah,
akulah yang menghianati perjanjian itu ...
dan aku harus membayar semua kesalahan-kesalahanku padamu

Setelah beberapa purnama kita berpisah,
aku rasakan tangismu dalam pelukanku begitu pilu
aku rasakan sakitmu selama ini ...
aku rasakan derita tiada tara saat kutinggalkanmu

Tak kuasa jiwaku tuk menanggung dan merasakan satu pertanyaanmu ...
"apakah nanti kau akan pergi lagi?"
tak terasa air mataku berlinang membasahi pipi,
dan hanya bisa memelukmu erat-erat

KARYA : WISNU MURTI
PURBALINGGA, 4 MEI 2024(14.00 WIB)

CATATAN
Laki-laki yang dipegang adalah janji dan bicaranya